Saturday, November 21, 2009

Ayam Malaya


Setelah berkelana ke berbagai restaurant (belum banyak banyak amat si hehehe) sekarang kita cobain salah satu makanan pinggir jalan yang rasanya juga ngga kalah lezat dengan masakan restoran dengan harga yang lebih nyaman buat si Wally :)

Makanan yang kita pilih adalah Ayam Malaya, sebuah tempat makan di daerah Menteng tepat di belokan setelah Pom Bensin Theresia. Kita menyebutnya Ayam Malaya karena salah satu makanan paling favorit ditempat tersebut adalah Ayam Malaya. Tempatnya cukup sederhana dan sudah mengalami banyak perubahan, dari yang tenda hingga open space dengan meja dan kursi sederhana.

Setelah memilih, memikir dan menimbang nimbang, akhirnya kita memesan:
1. Ayam Malaya
Sepiring Ayam goreng tepung hangat disajikan dengan saus cair yang dipisah dari sang ayam membuat air liur menetes tak sabar untuk menyantapnya. Ayamnya yang lembut dengan tepung yang cukup gendut, membuat makanan ini enak dimakan dengan nasi. Ayamnya akan lebih lezat setelah dicelupkan pada saus cair yang sedikit asam dan gurih dari mentega.

2. Ngoh Yang
Mungkin makanan ini terdengar cukup umum di chinese food, tapi yang dijual disini adalah Ngoh Yang versi Halal. Bentuknya tidak terlalu jauh berbeda dengan Ngoh Yang di Bogor yang cukup terkenal itu, bedanya disini dibuat dari ayam giling halus. Rasa dari makanan ini cukup lezat, dengan daging yang lembut serta kulit yang crispy, lezat jika dipadukan dengan nasi dan Ayam malaya. Saus yang disajikan buat Ngoh Yang juga mirip dengan saos si Ayam malaya, jadi suka dicampur2 aja ama si Abang hehehe.

3. Cap Cay
Namanya juga Chinese food, salah satu makanan wajibnya adalah Cap Cay. Campuran sayur seperti sawi putih, wortel, dkk serta baso sapi membuat sayur ini cocok untuk menambah serat di badan setelah makan kedua gorengan diatas, hehehehe.

4. Sate Ayam
Salah satu side dish yang bisa dipilih adalah sate ayam. Akhirnya 10 tusuk sate ayam yang makmur-makmur pun mampir di depan kami. Gak perlu waktu lama untuk menghabiskan sate yang empuk dan lezat ini. Dagingnya yang bahenol dilapisi dengan bumbu kacang dan kecap membuat daging satenya gurih, manis dan sedap.. cuma sayangnya bumbu kacangnya terbatas heheheh

5. Roti Kebo
Sebagai hidangan penutup, sepiring roti kebo pun hadir dihadapan kita. Jangan dibayangkan daging kerbau ato kornet di taruh diantara roti-roti tersebut tapi potongan2 pisang, parutan keju serta taburan meses coklat yang lezat. Roti tersebut dipanggang diatas arang yang membuatnya crispy ketika disantap. Pisangnya yang manis membuat selaras dengan keju yang asin dan gurih serta coklat yang sedikit pahit. Sebuah makanan penutup yang lezat untuk jamuan makan kali ini hehehe.

Selain makanan-makanan diatas, Ayam Malaya juga menyediakan Mie Ayam, Nasi Goreng, Nasi Gila dan juga makanan lainnya. Untuk harganya juga pas di kantong, kurang dari 100 rb untuk seluruh makanan diatas, cukup reasonable untuk santapan yang membuat kami malas berdiri hehehe. Kalo pengen lebih puas, bisa coba makanannya di take away, alias dibungkus karena ntah kenapa jumlahnya jauh lebih banyak daripada makan ditempat, mungkin karena mereka lebih hemat ongkos cuci dll. hehehe.

Oh ya, tempat makan ini buka setelah matahari terbenam, alias jam 5.30 keatas, dan biasanya rame oleh orang kantor disekitar yang nyari makan sambil menunggu 3 in 1 selesai. Jadi buat yang mikirin diner terjangkau, bisa langsung meluncur kesana...

-Let's Eat-

Wednesday, October 7, 2009

Pizza e Birra

Pizza e birra, salah satu tempat makan Italiano yang baru mendaftarkan dirinya di Jakarta. Salah satu "kedai" nya terletak di Plaza Indonesia extension (diantara Plaza Indonesia dan EX). Tempatnya sebenernya cukup strategis, soalnya terletak di bagian depan bangunan, jadi ada pemandangan langsung ke jalan Thamrin (terutama smoking areanya, kenapa ya??? padahal itu kan memicu orang buat terus duduk dan merokok sambil lihat pemandangan.... hehe, peace bagi yang ngerokok ya....)

Eniwei, setting restaurannya cukup cozy dan remang remang... tempat duduknya juga bernuasa bar yang ada di sebuah Loft. Bar nya sendiri cukup terbuka dengan beberapa orang berlalu lalang untuk menyajikan minuman dan makanan. Para tamu nya juga bisa duduk di Bar apabila mau, mungkin tempat ini jadi tempat dugem kali ya klo malem, hehe... soalnya mirip tempat dugem di Loft yang ada di Amrik, ini kira2 gambar kecilnya













Pada gambar diatas tampak terlihat 2 orang pengunjung sedang mendiskusikan makanan yang disantap
(hehehe iya ga ya)
Furnitur yang digunakan juga bernuansa kayu dengan meja kayu kecil dengan kursi tanpa sandaran, sebenernya merupakan setting restauran yang unik di Jakarta, secara orang2 biasanya mencari tempat duduk dengan sandaran... hehehe.

Bukan hanya tempat duduk dan meja yang unik, tetapi juga menu yang digunakan serta tableware nya, berikut contoh dari tablewarenya

dari kata - kata yang dicetak bisa dilihat klo ini tableware cukup mengundang hehehe tul ga???? nah masalah mengundang untuk apa itu terserah dari interpretasi masing masing hehe..




OK back to the topic, setelah diskusi dengan buru buru karena kita cuma punya waktu kurang dari 45 menit untuk makan akhirnya dengan demokrasi yang ngga mufakat mufakat amat, kita memutuskan mencoba menu sbb:

1. Pizza October Fest
Sekilas dari gambar yang nampak, mungkin orang akan bersorak karena yang menghiasi bagian atas pizza tersebut mirip dengan Calamari (alias cumi goreng tepung) eit.. tunggu dulu, Calamari raksasa klo emang gede segitu hehe, yeap... benda lain yang memiliki bentuk seperti Calamari tapi lebih besar, tidak lain dan tidak bukan adalah Bawang Bombay hehe.....
Cuma jangan dianggap remeh, meskipun benda yang bernama lain Onion Ring ini cukup murah tapi rasanya bisa dibilang uenak... karena digoreng dengan bumbu tersendiri (jangan ditanya apa aja ya). Pizza nya sendiri terdiri dari 6 slices yang cukup imut, karena emang sepakat untuk makan bersama, ya bisa dibilang Pizza ini cukup untuk kita ber-5 (yang 1 di barter ama cheesecake hehe, makasi ya Jel). Dari segi rasa, pizza nya bernuansa thin crust yang cukup garing, dengan topping Onion Ring dan Sosis serta daging, cuma bumbunya cukup unik, karena terasa rempah rempah yang digunakan mirip rempah rempah Indian food... overall Onion Ring nya cukup enak, cuma rasa Pizza nya kurang menggigit... but still Ok sebagai teman ngobrol hehehe, yang pasti Pizza lainnya lebih menarik....

2. Spagheti Aglio Olio with Turkish meatball

Nah sebagai maincourse, 75% dari kita (secara dari 5 orang yang 1 cuma makan ala kadarnya en yang 4 pesen maincourse) milih ni Pizza, bisa dibilang kita ngga nyesel... Meskipun Spaghettinya ngga banyak banyak amat (piringnya aja yang gede) rasanya enak banget..... Spaghettinya ngga lembek dan ngga terlalu oily. Lebih enak lagi waktu ditambahin cabe kering en keju parmesan... Yummy...
Meatballnya bukan cuma aksesoris doank yah... dibuat dari daging cincang yang ngga terlalu halus dengan bumbu rempah yang gurih membuat bakso merah (yang konon bernama Turkish meatball) ini menjadi sangat lezat, empuk dan juicy. Memang jumlahnya cuma 3 tapi dijamin cukup kok, soalnya baksonya cukup gede2 hehehe jadi jangan takut kekurangan... karena kita semua tadi masih nyisa kok. Menu ini merupakan salah satu menu main course yang recommended.

3. Pizza Cheese cake
Sebenernya ini merupakan dessert, tapi ada temen yang pesen. Ini menu merupakan menu yang uenak buanget.... hehehe. Bentuknya cukup unik karena merupakan pizza yang dikawinkan dengan cheesecake. Jadi diatas crust si Pizza dikasi cream cheese yang cukup banyak dan tidak bikin eneg lalu dikasih topping sirup Blueberry plus Strawberry yang ngga terlalu asem. Ini bener bener dessert yang bikin orang melayang hehehe (lebay mode on*) tapi beneran bisa melayang kalo makan, secara cream cheese nya lembut, gurih ditambah manisnya Blueberry dan asemnya si Strawberry bikin lidah bergoyang minta nambah hehehe.

sebenernya masih banyak menu menu lain yang menarik, cuma karena uda buru yah milih yang gampang en pernah dibilang aja lah.. hehehe

Untuk minumnya kita pesen cukup standard, yaitu Ice tea, Ice lemon tea, Bir (karena seperti tertulis dicover menu ini tempat kawinnya bir sama pizza hehehe) plus milk shake choco. Yang special dari minumannya adalah gelasnya yang super JUMBO jadi klo yang minum dikit bisa sharing be-2 tuh hehehehe, ini contoh gelasnya:









Menu minuman lainnya yang jadi andalan mereka adalah Flavored Beer, seperti pada menu berikut:


Sebenernya kita semua pengen coba, tapi sayang waktunya ngga cukup, masa minum bir langsung teguk aja kan ga berasa jadinya hehehe






Dari segi harga, tempat ini bisa dibilang cukup mahal, karena untuk maincourse dan pizza, harganya berkisar 40 - 65 rb tergatung dari jenis dan namanya. Untuk minuman juga cukup mahal, kelebihannya mereka menyajikan pula minuman alkohol termasuk cocktail, jadi bisalah tempat ini untuk hangout dan ngobrol ngobrol sambil nunggu 3 in 1 hehe. Oh ya, Tax yang digunakan adalah 15%.

Mungkin kalau dibandingkan dengan Mr. Nero, saya jujur lebih pilih disana, cuma disini agak berbeda alirannya. Klo di Nero cukup Italianis, disini cuma abstract, karena meski sajiannya beraneka ragam dari Pasta, Pizza, Salad dan Sandwich. Jadi lebih menjadi Italiano fushion dengan US plus sedikit ketimur timuran karena ada Pizza India juga.. hehehe...

So, overall tempat ini cukup recommended as a dining or hang out place. Citarasanya enak, harganya masih OK dengan kantong (asal ngga tiap hari ya) dan pengunjungnya juga dimanjakan dengan menu variatif dan inovatif. So, buat yang kepengen nyoba bisa langsung ke Pizza e Birra di PI extension tepat di depan Honeymoon dessert dan di bawah XXI Plaza Indonesia.



- Lets Eat -

Thursday, September 24, 2009

Warung Daun

Dari namanya aja udah kebayang bahwa tempat ini memproduksi makanan makanan khas Indonesia, lha wong namanya ajah udah warung hehehe....

Waktu itu kita wisata kuliner ke cabangnya yang di Cikini, persis di seberang TIM (Taman Ismail Marzuki). Dengan beranggotakan 4 orang petualang kelaparan, kita sampai di TKP sekitar jam 8 malem.
Ditengah kegelapan malam yang mencekam (lebay mode on*) kita disambut dengan ramah oleh sang pelayan dan dipersilahkan duduk

Tak lama kemudian pelayan ramah yang lain menyodorkan menu dengan sikap siap mencatat apa yang mau dipesan, tapi dasarnya kita ngeliat tempatnya bagus, keren dan cukup menarik dengan setting rumah kolonial Belanda, maka berkelanalah kita kebagian open space.
Karena ternyata open space nya panas, akhirnya kita milih didalem yang adem, hehehehe.....

Setelah baca sana sini serta menginterogasi pelayannya mengenai menu andalan si Resto akhirnya kita memutuskan untuk memilih beberapa menu pilihan seperti Tumis genjer, Bandeng cabut duri, ikan bumbu batavia dan beberapa jenis makanan tradisional lainnya (maap ya lupa udah kelamaan hehe)
ditemani dengan es teh tawar, sambel teri serta nasi putih dan nasi timbel.

Ngga berapa lama, makanan mulai berdatangan dengan ukuran porsi yang segede gedenya, bisa dibilang cukup seimbang dengan harga yang tertulis di menunya.
Yang di bawah ini salah satu masakan ikan yang dipersembahkan untuk kita (poor fish..)











Akhirnya setelah difoto bandengnya, mulailah kita makan dengan lahap.
Kesan pertama dari makanan yang masuk adalah: pedas, spicy, enak dan bikin haus plus keringetan hehe...

Jujur kita sudah cukup berharap banyak dari makanan disini, dan pembandingnya ada makanan si Mbah dan si Ibu yang udah sering kita makan. Cuma kok ternyata harapan kita lebih diatas dari apa yang kita dapet disini. Rasa pedes dari si Ikan Kompeni (batavia) cukup banyak menutupi rasa makanan lainnya. Tumis genjernya enak, dengan kuah santan yang mirip dengan rasa sayur nangka (Jangan Gori klo di Jawa) trus nasinya juga wangi dan enak (organik lho) cuma sambel terinya si standar (enakan sambelnya SS hehe) trus ada juga ikan bandeng cabut duri yang cukup enak... secara gw penyuka bandeng presto hehehe......

Comment overall dari yang kita sudah makan itu adalah enak, tapi bukan enak banget. Mungkin karena pembanding kita adalah 2 kompetitor diatas dengan aliran masakan yang berbeda. Warung Daun lebih menonjolkan masakan betawi yang memiliki cita rasa berbeda dengan masakan masakan dari Jawa. Ditambah dengan 3 orang Jawa, maka kita ngerasa masakannya kurang "Njawani" hehe... tapi cukup recommended kok buat menikmati makanan jaman2 kompeni dulu... Makanannya enak, klo dari segi harga cukup lah, ngga terlalu murah2 amat :)

Pelayanan dari setiap pelayannya cukup ramah dan desain kursi yang nyaman bikin betah lama2 disitu hehehe. Selain buat makan juga enak buat nyantai, ngopi dan lagi mereka juga jual produk dalam negeri lho, jadi bisa tuh bawa tamu2 asing kesini. Nilai plus yang lain dari Warung Daun adalah, mereka ngga pake MSG sama sekali plus banyak yang organik... jadi kalo mau makan makanan sehat yang menyehatkan bagi jiwa, raga dan pikiran, Warung Daun merupakan pilihan yang baik.

- Let's Eat -

Wednesday, September 16, 2009

PEPeNERO

Cucina Italiana, tag dari resto Itali yang ada di Jakarta dan Bali ini mungkin artinya makanan Italia. Akhirnya kesampaian juga nyobain makanan Italia di resto ini. Kita semua nyobainnya di PEPeNERO Menara Karya, Kuningan. Gedungnya tepat dipinggir jalan HR. Rasuna Said dan di seberang gedung Indorama. Lokasinya ok, karena bebas 3 in 1 plus deket sama rumah hahaha....

Sampe di lokasi sekitar jam 7 an, ternyata restonya cukup rame dengan bule dan orang kantoran. Setelah diberi tempat bagus oleh Mba yang ramah, kita pun mulai ngeliatin menu nya satu persatu.
Buku menunya simple dengan tulisan yang rapet2 jadi bacanya harus cukup melotot secara penerangannya cuma sebatas lilin 2 gelas di meja.

Setelah menimbang, memilih, dan memikirkan kembali berulang ulang kali... akhirnya kita mulai order. Oh ya, sebelom order tiba dikasih complementary dulu:
1 piring bruschetta + 1 basket roti... (roti stick nya en yg kaya kulit pangsit digoreng enak hehehe)

Akhirnya kita order sbb:
- Pizza Capricciosa
Pizza dengan tomato sauce, mozzarella cheese, olive, ham, artichoke, plus italian sausage
Kata si Mba, ini pizza paling lengkap isiya, jadilah kita pesen.
Ternyata waktu keluar kaget juga, mungkin ukurannya kaya pizza hut medium, crispy dan 8 slices.... mayan lah buat bagi2 4 orang.
Rasanya juga enak, lembut, renyah en .... harus dicobain ndiri (bukan ahli nyicip hehe)

- Ravioli
Bentuknya stuffed pasta, isinya beef en spinach, sausnya tomato....
Rasanya: Uenak banget... Raviolinya ngga benyek, sausnya juga ngga terlalu asem tapi asem yang seger gitu.... waktu digigit, Raviolinya lembut en isinya banyak banget... buat yang ga suka sayur jangan khawatir, secara bayemnya ga terasa-terasa amat...


- Spaghetti Marinara
Spaghetti seafood dengan tomato sauce, isi seafoodnya: clamps, muscle, squid ama shrimp.
Rasanya beda daripada Spaghetti yang biasa dimakan (mungkin karena biasanya makan fastfood ato mentok2 di T***ni hehe) yang pasti pastanya ngga lembek tapi ngga keras juga. Sausnya tuh asem seger dengan daging seafood yang bener2 ngga amis, seger en uenak banget...
Ini menu favoritnya kita semalem... hehe

- Black Spaghetti
Spaghetti item yang satu ini rasanya uenak banget apalagi dicampur dengan cream sauce yang creamy tapi kaga eneg sama sekali. Seperti Spaghetti yang di atas, pastanya ga terlalu lembek.
Meski warnanya item, tapi rasanya enak banget... saucenya gurih, manis dan creamy yang pasti enak banget...


Selain makanannya, pelayanannya juga bagus banget... karena meskipun kita paling berisik satu resto (maklum baru kali ini....) dan bertingkah laku kaya anak baru di kota (hehehe... tiap makanan dateng difotoin plus dikomen) Mba nya tetep senyum, sabar dan menjelaskan dengan baik, bahkan kita dikasih sharing plate buat sharing makanan huehehehe (Makasih banyak ya Mba, jangan dongkol sama kita ya hehe) .

Untuk desert, kita pesen tiramisu plus hazelnut gelato... keduanya uenak banget.... Tiramisunya lembut dengan rasa kopi yang smooth ngga tll strong... gelatonya enak cuma cepet cair... mungkin karena home made kali yah...

Complimentary nya ngga stop di waktu pembukaan saja, penutupnya juga dikasi Choco vodca + Limoncello, dua2 nya enak cuma klo suka yang strong harus pilih Limoncello... minum secicip aja panas nya tahan 2 jam haha (dasar gw nya ngga bisa minum kali ya).

Overall... tempatnya enak buat duduk2, atopun buat diner karena harganya cukup terjangkau kalau dibanding tempat lain yang sekelas... dan lagi tax nya cuma 10% hehehehehehe.
Di Jakarta sendiri, resto ini uda buka beberapa cabang, antara lain Menara Karya Kuningan, PIM 2 en Sudirman (The Glass Bridge --> ini dimana ya??). Selain di Jakarta dia juga ada di Bali (Carrefour sunset road en Temple Hill Studios, Jimbaran), nyontek dari kartunamanya ^^

Sayang anggota yang satu lagi pulang kampung ke Mainland dan yang satunya lagi sedang di belahan dunia lain... hehehe
Yang pasti... pengen balik kesana buat nyoba yang lain lainnya....

- Let's eat -

Saturday, September 12, 2009

Mbah Jingkrak


Mbah Jingkrak, yang dari bahasa Jawa bisa diartikan sebagai orang tua yang sedang jingkrak-jingkrak atau lompat lompat kecil (maklum wong Jowo hehe). Tempat makan yang satu ini memang bisa membuat para penikmat masakan Jawa (terutama bagian timur) untuk ber jingkrak ria setelah makan disini.

Waktu kunjungan yang pertama, kami cukup brutal untuk memilih makan yang bakal dihabiskan. kurang lebih ada 7 - 8 macam makanan, mulai dari ayam, daging, sample goreng krecek, sayur, dan kawan kawan se geng nya, termasuk diantaranya sambel iblis yang menyeramkan buat lidah.

Dari kunjungan pertama yang sunggu menggoda, tempat ini udah menjadi tempat makan favorit dalam list. Beberapa makanan tetap yang harus dicoba dari tempat si Mbah antara lain:
1. Ikan Mangut.
Ini merupakan makanan favorit dari Cc Nova yang tak pernah luput dari jangkauannya setiap kali bertandang di rumah Mbah. Ikan Mangut yang diasap trus dimasak ala Jawa (klo ngga salah si Semarang, klo salah ya nyuwun pangaputen) masakannya pake santan, aga pedes dengan aroma yang khas. Daging ikannya lembut dengan kuah bersantan yang aduhai nikmatnya... ngga terlalu bikin eneg tapi tetep full rasanya di lidah... cuma sometimes, it is too oily jadi bagi yang berkeberatan dipinggirin dulu minyaknya.

2. Rondo Klewung
Klo yang dari Jawa jangan jangan menyangka aneh2 soal namanya, yang pasti ngga ada hubungannya sama si Rondo sama sekali. Masakannya dibuat dari daging sapi dibikin kaya rawon, cuma lebih kental dan lebih nikmat (er... yang sama dengan rawon cuma warna hitamnya saja) dagingnya super duper empuk dengan kuah manis gurih dan kental, this is one of myfavorit dishes..

3. Empal Kelem (Bukan kapal selem)
Sesuai namanya, ini memang daging empal yang disiram kuah terik (ini kayanya orang jawa tengah doank yang tau) jadi aga aga basah gimana gitu. Dagingnya lembut banget mudah dipotong dan dicerna, plus kuahnya manis gurih nikmat.... (boleh banyak kuah ngga ya hehehe)
also one of my favorite

4. Sambel goreng krecek
Wah... klo yang ini ngga perlu panjang lebar... yang pasti kreceknya melimpah, ngga terlalu pedes dan uenakk ee..... yang ini demenan nya semua orang.

5. Ayam rambut setan
Memang si klo dari namanya memang serem cuma ngga ada serem2nya kok... emang banyak cabenya aja hehehe. Meskipun mirip dengan ayam cabe ijo (klo ngga salah ya) tapi rasanya ngga sedahsyat itu plus ayamnya juga lembut jadi tidak perlu banyak campur tangan hehehe.

6. Bakwan sayur
Nah ini dia yang bikin dia banyak nilai plus nya.... Bakwan nya dijamin kaga minyakan sama sekali plus renyah, gurih, ngga keasinan dan ngga terlalu berasa sayur banget. Bakwan ini yang bikin kagum sama si Mbah... kok bisa ya...padahal tiap makan bakwan = makan minyak... Ini favorit semua orang yang gw biasa ajak kesono (klo ga salah ya, maap klo hiperbolik hehe)

7. Lele asap
Ukuran ikan lele yang cukup Jumbo bikin menarik nih menu, belom lagi sambelnya yang bikin keringetan plus nambah minum lagi membuat menu ini mantep buat dinikmati terutama klo siang hari panas2 (hehe) rasa sambel nya ngga kalah pedes sama sambel iblis (ato jangan2 ini memang sambel iblis ya).... trust me, it is worth to try...

8. Sambel Iblis
Sambelnya mirip sama sambel terasi dengan cabe mentah (mungkin) yang pedesnya bener2 diluar dugaan... enak sih sambelnya, cuma klo kebanyakan kaga nahan juga... ini favoritnya si Jefry.

9. Desert
Abis makan yang pedes en gurih kaya di atas enaknya ditutup pake es es an yang seger buger, kaya es jujur, es kolor ijo,es kuntilanak dan geng mereka yang lain. Jangan dilihat dari namanya yang serem... aslinya baek baek kok mereka... bisa menenagkan lidah yang sudah jingkrak jingkrak habis makan sambel dan kawan kawan... hehe... apalagi si buaya darat, sip abies...

Actually masih banyak makanannya, cuma ngga mungkin ditulis semua. Jadi kalo pengen bisa dateng langsung ke deket hotel four season. Kalo dari arah mampang ke menteng, belok ke four season, maju dikit sampe liat circle K belok kiri, nah terus dikit di sebelah kanan jalan pasti keliatan (sorry ngga tau nama jalannya....). Enak dateng kalo malem secara atmosfirnya ruang terbuka dan setengah gazebo gitu... bagus buat nyante.... harganya juga masih terjangkau. Total kerusakan per orang kira kira 50 - 60rb (ini klo makan daging semua dan brutal ya) klo standar yah kira kira 30 - 40 rb lah...

Pelayannya juga ramah2 cuma kadang2 suka sibuk sendiri... jadi disabarin saja, yah sambil menikmati atmosfernya.
Segini dulu sharing pendapatnya, klo ada tambahan ditunggu di comment box ya...sekarang mo makan indomie dulu

- Let's eat -